Studi Kasus
PROGRAM KAMPANYE TAMAN BAKAU DI HUTAN MANGROVE

Lokasi
Hutan Mangrove Suaka Margasatwa Kapuk Muara, Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara
Waktu : Minggu, 22 April 2007.

Konsep IWRM GWP
B. PERAN-PERAN INSTITUSI (INSTITUTIONAL ROLES)
B.b. Pengembangan Sumber Daya Manusia (Institutional capacity building – developing human resources)

C. ALAT-ALAT MANEJEMEN ( MANAGEMENT INSTRUMENTS)
C.4. Instrumen Perubahan Sosial (Social change instruments)

Deskripsi
Bahasan kasus ini menjelaskan tentang beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat dan stakeholder untuk meningkatkan kepedulian pada pengelolaan sumber daya air terpadu (IWRM) di masyarakat, dan memberikan informasi bagaimana peran mereka pada program penyelamatan sumberdaya air dengan melakukan tanam bakau.

Kawasan Hutan Mangrove Suaka Margasatwa Kapuk Muara, terletak di wilayah Jakarta Utara yang mempunyai luas lebih kurang 25 hektar ini keberadaannya sangat memprihatinkan. Posisinya bersebelahan dengan Sungai Angke atau Kali Adem yang secara kasat mata sudah sangat menurun kualitas airnya.
Fungsi hutan mangrove selain sebagai habitat satwa liar, juga dapat berfungsi sebagai filter dari bahan-bahan pencemar, menjaga catchment area dari bencana banjir dan kekeringan, menjaga terjadinya intrusi air laut dan peningkatan muka air laut, menjaga penyediaan air dan sebagai pengendali erosi. Oleh karena itu keberadaan hutan mangrove di Jakarta perlu dipertahankan, agar fungsi-fungsi ekosistim sungai dan pesisir dapat tetap berlangsung.

Tujuan

  1. Mendorong agar masyarakat agar mempunyai perhatian dan aktif terlibat dalam menjaga dan melestarikan sumber-sumberdaya alam (keberadaan hutan mangrove)
  2. Meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat pada kepentingan dan fungsi-fungsi hutan mangrove
  3. Menimbulkan nilai-nilai rasa memiliki dan cinta dari masyarakat terhadap sumberdaya alam agar tercapainya pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Key Activities

  1. Mantapkan jejaring dari organisasi dan masyarakat yang interest kepada pelestarian dan konservasi hutan mangrove
  2. Melakukan kampanye konservasi hutan mangrove
  3. Melakukan penanaman secara terjadual (1 tahun sekali) dengan melibatkan masyarakat setempat

Key Outputs

  1. Pemantapan mengenai konsep IWRM
  2. Penguatan peningkatan kapasitas dari para peserta
  3. Peningkatan kepedulian dan partisipasi masyarakat
  4. Keberlanjutan keberadaan hutan mangrove

Key Resources

  1. Para guru SMA di Jakarta
  2. Murid-murid SMA di Jakarta
  3. Para Dosen Perguruan Tinggi
  4. Mahasiswa Perguruan Tinggi
  5. Para Stakeholders
  6. Pemerintah
  7. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

Pendanaan:
Kegiatan tamam bakau ini didanai oleh Panitia Hari Air Dunia ke 15, yang merupakan kegiatan dari bidang kampanye dan kepedulian masyarakat.

Scale
Duration : 1 tahun (Actual: 6 bulan)
People : 125 (Actual: 75 siswa/mahasiswa, 6 guru SMA, 9 Dosen PT, 40 NGOs dan Pemerintah)

Lesson Learn
Program ini telah dilakukan pada hari Air Dunia ke 15 tahun 2007 dalam rangka Kampanye Peduli Air dan Penggalakan Hari Air Dunia. Pelaksanaannya didukung oleh pemerintah (Ditjen Sumber Daya Air Dep. PU, Ditjen DIKDASMEN, DepDikNas), Perguruan Tinggi, sektor swasta dan stakeholder lainnnya serta mendapat tanggapan yang baik dari masyarakat. Untuk menjaga kesinambungan program ini, maka perlu dilaksanakan secara reguler tiap tahunnya dengan dukungan serta keterlibatan berbagai pihak. Pada pelaksanaan program ini sebaiknya tidak hanya melakukan penanaman tetapi perlu dilakukan pemantauan selama 2 kali 3 bulan setelah penanaman. Melalui kegiatan ini diharapkan ada peningkatan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap keberadaan ekosistim hutan bakau. Ekosistim hutan bakau merupakan daerah penyangga sungai untuk melindungi sungai dari kerusakan.

Pentingnya studi kasus ini untuk Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu
Para peserta yang terdiri dari masyarakat (para pelajar dan mahasiswa dan penduduk lokal) serta stakeholder merupakan bagian yang sangat penting dalam menjaga kelestarian ekosistim yang sangat berkaitan dengan keberadaan sumber daya air. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat berperanserta dalam menyuarakan upaya penyelamatan sumber daya air sehingga tujuan dari Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu dari terealisasi

Key outcomes

  1. Mengurangi pencemaran air
  2. Mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan stake holder
  3. Keberlanjutan dari kegiatan ini secara reguler

Kontak
Melati Ferianita Fachrul
Indonesia Water Partnership (IWP) / Universitas Trisakti
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

FaLang translation system by Faboba