Memahami (untuk mengatasi) Kehilangan Air PAM Jakarta
Senin, 08 Maret 2010
Gambaran Umum : Kehilangan  air  dapat  dilihat  dari  dua  sisi:  dari  sisi  kehilangan  itu  sendiri  dan  dari  sisi  jika  tidak kehilangan.  Pemahaman  dua  dimensi  ini  memberikan  kita  gambaran  bahwa  kehilangan  air merupakan wanprestasi dari  suatu proses pelayanan air secara keseluruhan. Ini penilaian dari  sisi kehilangan  air.  Sementara  dari ... Selanjutnya...
Penyelesaian konflik air baku di mata air Cikoromoy, Banten
Minggu, 25 Januari 2009
Judul Kasus Penyelesaian konflik air baku di mata air Cikoromoy, Banten Nama PenulisEndah Dewi NurahmaniDirektorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karyaendah_nurahmani@yahoo.comGedung Dep. PU Ditjen Cipta Karya Lt. 8 Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110IWRM Tools:  B.2.1. Kapasitas Pengelolaan SDAT pada profesi keairanB.7. Wewenang LokalC.3. Pengelolaan KebutuhanC.5. Resolusi... Selanjutnya...
Permasalahan Air Baku dan Solusinya
Minggu, 25 Januari 2009
Judul Kasus PERMASALAHAN AIR BAKU DAN SOLUSINYANama PenulisEndah Dewi NurahmaniDirektorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karyaendah_nurahmani@yahoo.comGedung Dep. PU Ditjen Cipta Karya Lt. 8 Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110IWRM Tools:  A.1.c. Kebijakan yang terkait dengan SDAA.2.c. Peraturan untuk kualitas dan kuantitas airB.2.1. Kapasitas pengelolaan SDAT pada profesi... Selanjutnya...
Sistem Pembiayaan Pengelolaan SDA WS Brantas
Minggu, 25 Januari 2009
Provinsi Jawa Timur :Sistem Pembiayaan Pengelolaan SDA WS BrantasLokasi : Perum Jasa Tirta I BrantasTool utama PSDATA3. Struktur pembiayaan dan insentif – Sumber pembiayaan untuk          memenuhi kebutuhan air C7. Instrumen ekonomi  - menggunakan nilai air untuk efisiensi dan ekuitas   C7.1 Menetapkan iuran layanan air  Uraiana.    Wilayah Sungai Brantas Luas tangkapan hujan... Selanjutnya...
Kondisi Situ di Bogor, Depok dan Jakarta - Indonesia
Sabtu, 24 Januari 2009
Judul Kasus : Kondisi Situ di Bogor, Depok dan Jakarta - IndonesiaGambaran Umum: Situ merupakan salah satu bentuk habitat lentik (air tergenang) di dalam ekologi air tawar. Di Bogor, Depok dan  Jakarta terdapat beberapa buah situ dimana ada yang bersifat alami maupun buatan. Fungsi situ di Bogor, Depok dan Jakarta adalah sebagai daerah tangkapan air, pengendali banjir, ketersediaan air, irigasi,... Selanjutnya...
Sumber Air Baku Nusapenida
Senin, 08 Maret 2010 11:00

Nama Penulis
Endah Dewi Nurahmani
Direktorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Gedung Dep. PU Ditjen Cipta Karya Lt. 8
Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta 12110

IWRM Tools:
A.2.c. Peraturan untuk kualitas dan kuantitas air
A.3.a. Kebijakan-kebijakan Investasi
A.3.c. Peran sektor swasta
B.2.1. Kapasitas pengelolaan SDAT pada profesi keairan
C.2. Perancangan dan perencanaan pengelolaan SDAT
C.3. Pengelolaan kebutuhan

Lokasi: Nusapenida Kab. Klungkung Prov. Bali, Tahun 2007

Latar Belakang:
Nusa Penida adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Klungkung, dengan luas areal 202,84 km2, meliputi Pulau Nusa Penida (Nusa Gede), Pulau Nusa Lembongan dan Pulau Nusa Ceningan. Seperti pulau-pulau kecil pada umumnya, masalah utama yang dihadapi oleh masyarakatnya adalah kurangnya ketersediaan sesuai dengan waktu, tempat, kualitas dan kuantitas yang memadai. Sedangkan di Pulau Nusa Penida sendiri terdapat sekitar sembilan mata air, dengan debit yang cukup besar. Kurang tersedianya air baku untuk air minum di Nusa Penida, karena selama ini kualitas air yang dihasilkan payau dan pelayanan belum kontinyu.

Deskripsi:
Untuk mengkaji potensi atau dalam hal ini ketersediaan air di suatu wilayah, maka ada 3 (tiga) hal pokok yang akan ditinjau, yang pertama ketersediaan (kuantitas), kedua mutu (kualitas) air dan yang ketiga adalah kontinuitasnya. Dalam studi ini, ketiga hal tersebut akan ditinjau dan dikaji secara sistematis untuk kemudian disusun skenario suatu sistem PSDA Nusa Penida yang optimal. Umumnya lokasi mata air di daerah ini terletak di tepi pantai bagian selatan Nusa Penida, yaitu pada perbatasan antara daratan dan lautan, sehingga lokasinya sangat curam/terjal (+90o). Ada 3 (tiga) mata air yang lokasinya relatif landai yaitu mata air Penida, Angkel dan Toya Pakeh, namun karena beda tinggi yang tipis dengan permukaan air laut, sehingga mengakibatkan ketiga mata air ini sangat rentan terhadap intrusi dan pencemaran air laut. Saat ini dari 9 (sembilan) mata air tersebut, ada 2 (dua) mata air yang sudah dikelola (dibangun jaringan air bersih) oleh PDAM, yaitu Mata Air Penida (besar debit = +200 lt/det) dan Mata Air Guyangan (besar debit = +178 lt/det). Berdasarkan informasi dari pihak PDAM setempat, pemanfaatan kedua mata air tersebut saat ini belum bisa optimal karena biaya operasional yang tinggi.

Kondisi SPAM eksisting:

No

Desa/Kelurahan

Pddk

(jiwa)

Sistem Perpipaan

(%)

Non Perpipaan

(%)

KETERANGAN

1

Sakti

3.515

29

71

S. MA Penida

2

Toya Pakeh

2.462

58

42

S. MA Penida

3

Ped

2.333

33

67

S. MA Penida

4

Kutampi Kaler

3.268

39

61

S. MA Penida

5

Batununggul

4.336

82

18

S. MA Penida

6

Suana

1.598

26

74

S. MA Penida

7

Klumpu

2.226

6,3

93,7

S. MA Guyangan

8

Batumadeg

3.416

8,8

91,2

S. MA Guyangan

9

Bungamekar

3.448

4,4

95,6

S. MA Guyangan

10

Batukandik

4.256

2,2

97,8

S. MA Guyangan

11

Kutampi

3.025

0

100

Cubang

12

Pejukutan

2.568

0

100

Cubang

13

Tanglad

3.541

0

100

Cubang

14

Sekartaji

517

0

100

Cubang

15

Lembongan

4.166

0

100

Cubang, Sumur gali

16

Jungutbatu

3.132

0

100

Cubang, Sumur gali

Potensi air baku Pulau Nusa Penida: Mata Air Penida, Q = 200 L/det, Mata Air Taneling Q = 78,8 L/dt, Mata Air Guyangan Q = 178 L/dt, Mata Air Huhug/ Tabuanan Q = 38,6 L/dt, Mata Air Aceng/Sekartaji Q = 1,25 L/dt dan Air Tanah.
Rencana pengembangan: untuk pelayanan masyarakat di Nusa Penida cukup menggunakan 2 sumber air yaitu MA Penida dan MA Guyangan.

a.     RENCANA PENGEMBANGAN SPAM MA PENIDA

  1. Operasional 2 unit sumur bor kapasitas 5 L/dt dihentikan karena airnya payau/asin
  2. Operasi MA.Penida ditingkatkan menjadi 20 L/dt
  3. Pompa booster Q=10 l/det H=90 m dan Q=5 l/det H=90 m diganti dengan Q=20 l/det H=90 m
  4. Jumlah SR ditingkatkan dari 1.485 unit menjadi 3.590 unit ( melayani 100 % jumlah penduduk 6 desa)
  5. IPA 20 L/dt yang telah rusak diganti dengan IPA baru kapasitas 20 L/dt, dan untuk mengolah air yang masih sedilit payau dipasang IPA Membran.
  6. Penyambungan daya listrik dari PLN sebesar 165 KVA
  7. Penggantian pipa transmisi GIP dia 200 mm sepanjang 3.600 m
  8. Rehabilitasi bangunan intake

b.     RENCANA PENGEMBANGAN SPAM MA GUYANGAN

  1. SPAM MA Guyangan direncanakan untuk melayani 8 desa dengan jumlah penduduk 23.664 jiwa, dengan kapasitas sisten 25 L/dt
  2. Pelayanan kepada masyarakat diberikan melalui SR dan KU dengan mengembangkan :

SR        = 23.664  unit = 3.786 unit
5
HU        = 65 unit (sdh terbangun)

3.  Desa-desa yang sudah terpasang jaringan transmisi (Desa Batukandik, desa Klumpu, desa Batumadeg, dan desa Bunga  Mekar) segera dikembangkan jaringan
distribusi dan SR
4.  Dilakukan penggantian pompa dan genset disesuaikan dengan kapasitas system 25 L/dt untuk menekan biaya operasional

- Pompa Bak I ke Bak II     : kapasitas 25 L/dt
- Pompa bak II ke R1        : kapasitas 25 L/dt
- Genset untuk menggerakkan pompa (Bak I-Bak II) dan pompa (Bak II – R1) terpasang 455 KVA diganti dengan kapasitas 250 KVA
- Pompa R1 ke R4 diganti dengan kapasitas 8 L/dt
- Pompa R1 ke R2 diganti dengan kapasitas 16 L/dt

5. Dikembangkan jaringan perpipaan dari R2 ke R3 dan dari R3 ke 4 desa (Desa Kutampi, Desa Pajukutan, Desa Tanglad dan Desa Sekartaji), berikut pompa,
genset, bangunan R3, jaringan distribusi dan SR
6. Segera dibentuk Lembaga Pengelola dengan alternatif : PDAM Kab. Klungkung, BLU, atau Koperasi

Kesimpulan dan rekomendasi: agar diperoleh kualitas air baku air minum yang lebih baik, maka disarankan untuk melakukan pencegahan bercampurnya air laut dengan air tawar pada sumbernya atau melakukan pengolahan pada instalasi pengolahan air bakunya.

Tujuan:
Meninjau lokasi sumber air baku yang dapat dimanfaatkan untuk air minum masyarakat Nusa penida dan mencari sumber air baku alternatif jika ada untuk meningkatkan potensi air baku sehingga masyarakat dapat dilayani secara kontinyu

Pelajaran yang diperoleh:
Program penyediaan air bersih Nusa Penida dilakukan melalui 2 tahapan pelaksanaan yaitu :

  • Program Jangka Pendek yaitu dengan pengembangan sistem penyediaan air bersih secara parsial.
  • Program Jangka Panjang yaitu dengan pengoptimalan sistem penyediaan air bersih Mata Air Guyangan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dengan jangkauan pelayanan wilayah Nusa Penida secara keseluruhan.

Pentingnya kasus ini untuk IWRM:
Perlunya peraturan untuk kualitas dan kuantitas air dalam mencari sumber air baku untuk air minum sesuai perundangan yang berlaku dan pengelolaan kebutuhan air baku yang bijak untuk keberlanjutan pemanfaatannya.


 
More articles :

» Global Water Partnership Appoints New Technical Committee Chair

The Global Water Partnership (GWP) has appointed Dr. Mohamed Ait Kadi as the new GWP Technical Committee Chair, effective October 1, 2009.

» BMKG: Tinggi Gelombang Laut Banda 6,0 Meter

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi bahwa ketinggian gelombang di Laut Banda bisa mencapai enam meter dan nelayan serta nahkoda kapal mewapadainya.

» GWP Chair Opening speech World Water Week

GWP Chair at World Water Week.

» Speech by GWP Chair Letitia A Obeng

Speech, in French, at the West African General Assembly, Abidjan 26-28 January 2009 Assemblee Generale GWP WA, Ceremonie d'Overture, Abidjan 26-28 janvier 2009

» Air Jadi Barang Mahal

Bengkulu () - Air menjadi barang mahal dan semakin susah diakses oleh masyarakat, bahkan terbitnya UU no. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air sangat kental dengan nuansa privatisasi air, kata pemerhati lingkungan Bengkulu, Ali Akbar terkait...
Copyright © 2009 Kemitraan Air Indonesia. All Rights Reserved.Powered by Joomla!
Kemitraan Air Indonesia disiapkan oleh Bpiliang | Template Praise
Komp. Dep. PU Jl. Pattimura No. 20 Kav. 7 Gd. Dirjen SDA Lt. 8, Kebayoran Baru - Jakarta Selatan
Telp. 021-739 8604, 7396616 ext. 635 Fax. 021-739 8604
e-mail: sekretariat@inawater.org, sekretariatkai@yahoo.com