| Program Kampanye Taman Bakau di Hutan Mangrove |
|
|
|
| Minggu, 25 Januari 2009 07:43 | |||
|
Studi Kasus
PROGRAM KAMPANYE TAMAN BAKAU DI HUTAN MANGROVE Lokasi Hutan Mangrove Suaka Margasatwa Kapuk Muara, Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara Waktu : Minggu, 22 April 2007. Konsep IWRM GWP B. PERAN-PERAN INSTITUSI (INSTITUTIONAL ROLES) B.b. Pengembangan Sumber Daya Manusia (Institutional capacity building – developing human resources) C. ALAT-ALAT MANEJEMEN ( MANAGEMENT INSTRUMENTS) C.4. Instrumen Perubahan Sosial (Social change instruments) Deskripsi Bahasan kasus ini menjelaskan tentang beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat dan stakeholder untuk meningkatkan kepedulian pada pengelolaan sumber daya air terpadu (IWRM) di masyarakat, dan memberikan informasi bagaimana peran mereka pada program penyelamatan sumberdaya air dengan melakukan tanam bakau. Kawasan Hutan Mangrove Suaka Margasatwa Kapuk Muara, terletak di wilayah Jakarta Utara yang mempunyai luas lebih kurang 25 hektar ini keberadaannya sangat memprihatinkan. Posisinya bersebelahan dengan Sungai Angke atau Kali Adem yang secara kasat mata sudah sangat menurun kualitas airnya. Fungsi hutan mangrove selain sebagai habitat satwa liar, juga dapat berfungsi sebagai filter dari bahan-bahan pencemar, menjaga catchment area dari bencana banjir dan kekeringan, menjaga terjadinya intrusi air laut dan peningkatan muka air laut, menjaga penyediaan air dan sebagai pengendali erosi. Oleh karena itu keberadaan hutan mangrove di Jakarta perlu dipertahankan, agar fungsi-fungsi ekosistim sungai dan pesisir dapat tetap berlangsung. Tujuan
Kegiatan tamam bakau ini didanai oleh Panitia Hari Air Dunia ke 15, yang merupakan kegiatan dari bidang kampanye dan kepedulian masyarakat. Scale Duration : 1 tahun (Actual: 6 bulan) People : 125 (Actual: 75 siswa/mahasiswa, 6 guru SMA, 9 Dosen PT, 40 NGOs dan Pemerintah) Lesson Learn Program ini telah dilakukan pada hari Air Dunia ke 15 tahun 2007 dalam rangka Kampanye Peduli Air dan Penggalakan Hari Air Dunia. Pelaksanaannya didukung oleh pemerintah (Ditjen Sumber Daya Air Dep. PU, Ditjen DIKDASMEN, DepDikNas), Perguruan Tinggi, sektor swasta dan stakeholder lainnnya serta mendapat tanggapan yang baik dari masyarakat. Untuk menjaga kesinambungan program ini, maka perlu dilaksanakan secara reguler tiap tahunnya dengan dukungan serta keterlibatan berbagai pihak. Pada pelaksanaan program ini sebaiknya tidak hanya melakukan penanaman tetapi perlu dilakukan pemantauan selama 2 kali 3 bulan setelah penanaman. Melalui kegiatan ini diharapkan ada peningkatan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap keberadaan ekosistim hutan bakau. Ekosistim hutan bakau merupakan daerah penyangga sungai untuk melindungi sungai dari kerusakan. Pentingnya studi kasus ini untuk Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Para peserta yang terdiri dari masyarakat (para pelajar dan mahasiswa dan penduduk lokal) serta stakeholder merupakan bagian yang sangat penting dalam menjaga kelestarian ekosistim yang sangat berkaitan dengan keberadaan sumber daya air. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat berperanserta dalam menyuarakan upaya penyelamatan sumber daya air sehingga tujuan dari Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu dari terealisasi Key outcomes
Melati Ferianita Fachrul Indonesia Water Partnership (IWP) / Universitas Trisakti Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya , Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
|
More articles :
» Sawit Watch Minta Presiden Implementasikan Moratorium
Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara Yuyun Indriadi, Jumat, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera mengimplementasikan moratorium agar perlindungan hutan terjamin.
» Kota di Australia Akan Usir 22.000 Kelelawar
Koloni sebanyak 22.000 kelelawar mungkin akan membuat permukiman di dekat tempat tinggal manusia setelah pengadilan Australia mengganjar "rubah terbang" itu dengan surat pengusiran dan mengizinkan pemerintah memburu hewan malam tersebut dengan...
» Pencinta Alam Sepakati Piagam Cibodas
Pencinta Alam Indonesia bekerjasama dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, membuat kesepakatan tentang Piagam Cibodas.
» Ribuan Hektare Hutan di Lahat Terbakar
Ribuan hektare hutan di daerah Kecamatan Pajarbulan dan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, habis terbakar, Senin.
» Rekor Dunia Penanaman Pohon Tercipta di Filipina
Aktivis lingkungan hidup Filipina berhasil menciptakan rekor dunia penanaman pohon dengan jumlah terbanyak yang dilakukan serentak untuk mendanai dimulainya sebuah program reboisasi hutan, kata pihak penyelenggara, Kamis.





