POLICY BRIEF NASIONAL
Penguatan Ketahanan Air Indonesia Terintegrasi
Berbasis Deklarasi Forum Air Indonesia V dan Rencana Agenda Forum Air Indonesia VI Tahun 2027
Ditujukan kepada:
Menteri PPN/Kepala Bappenas,
Menteri Pekerjaan Umum
Menteri Lingkungan Hidup,
Menteri Kehutanan,
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral,
Menteri Dalam Negeri,
Menteri Pertanian.
Disusun oleh:
Forum Air Indonesia
Tahun 2025
- RINGKASAN EKSEKUTIF
Forum Air Indonesia V telah menghasilkan Deklarasi Nasional Ketahanan Air yang menegaskan bahwa air merupakan fondasi utama ketahanan nasional yang menghubungkan secara langsung isu:
- Risiko banjir dan kekeringan,
- Ketahanan pangan,
- Transisi energi,
- Kualitas lingkungan hidup,
- serta ketahanan sosial dan ekonomi.
Webinar Tindak Lanjut Deklarasi Forum Air Indonesia V memperkuat bahwa tantangan air Indonesia saat ini tidak bersifat sektoral, melainkan bersifat sistemik dan lintas sektor, dari hulu hingga hilir.
Policy brief ini disusun untuk:
- Menerjemahkan Deklarasi Forum Air Indonesia V menjadi target dan KPI yang operasional bagi para Menteri,
- Menjadi acuan sinkronisasi program lintas kementerian,
- Menjadi dasar penyelenggaraan Forum Air Indonesia VI Tahun 2027 sebagai forum strategis nasional Air–Banjir–Pangan–Energi.
- LANDASAN DEKLARASI FORUM AIR INDONESIA V
Deklarasi Forum Air Indonesia V menegaskan tiga prinsip utama ketahanan air nasional:
- Konservasi dan Keberlanjutan Sumber Daya Air
Pengelolaan air harus dimulai dari perlindungan kawasan hulu, rehabilitasi DAS, dan pengendalian tata ruang berbasis daya dukung lingkungan.
- Tata Kelola Air yang Baik (Good Water Governance)
Diperlukan Integrasi kebijakan lintas kementerian, Keterpaduan data, Penguatan regulasi, dan Penegakan hukum pencemaran.
- Pengarusutamaan Multipihak
Ketahanan air harus melibatkan Pemerintah pusat dan daerah,Dunia usaha (termasuk PDAM), Komunitas, masyarakat adat, serta Generasi muda dan perempuan.
Deklarasi ini menegaskan bahwa Forum Air Indonesia merupakan salah satu instrumen masukan kebijakan untuk mendorong perubahan nyata di sektor sumber daya air nasional.
- TANTANGAN STRATEGIS KETAHANAN AIR INDONESIA
- Hasil paparan kementerian/lembaga dan diskusi panel menegaskan lima tantangan utama:
- Kerusakan DAS dan Meningkatnya Risiko Banjir
Kerusakan kawasan hulu meningkatkan limpasan permukaan, memicu banjir, sedimentasi, dan krisis air baku. - Penurunan Kualitas Air
Limbah domestik, industri, dan pertanian masih menjadi sumber utama pencemar sungai. - Ancaman terhadap Ketahanan Pangan
Kekeringan dan ketidakpastian air irigasi mengancam produksi pangan nasional. - Belum Optimalnya Energi Terbarukan Berbasis Air
Potensi PLTA, PLTMH, dan biogas berbasis air masih sangat besar namun belum dimanfaatkan optimal. - Fragmentasi Tata Kelola dan Data
Program lintas kementerian belum sepenuhnya terintegrasi dalam satu kerangka ketahanan air nasional.
- TARGET MODERAT KETAHANAN AIR NASIONAL
(SEBAGAI KPI LINTAS MENTERI – 2030)
| Aspek | Target Nasional Moderat |
| Indeks Ketahanan Air Nasional | ≥ 70 |
| Penurunan Risiko Banjir | ≥ 25% luas genangan |
| Rehabilitasi DAS Kritis | ≥ 2 juta hektare |
| Kualitas Air Sungai | ≥ 55% status baik–sedang |
| Akses Air Minum Aman | ≥ 88% penduduk |
| Program Berbasis Multipihak | ≥ 50% program SDA nasional |
Target ini menjadi KPI kolektif lintas Kementerian, bukan target sektoral semata.
- ARAH KEBIJAKAN STRATEGIS NASIONAL
(TINDAK LANJUT DEKLARASI FORUM AIR INDONESIA V)
a. Penguatan Ketahanan Air Hulu–Hilir
- Rehabilitasi DAS prioritas,
- Implementasi Zero Delta Q secara bertahap,
- Integrasi infrastruktur hijau dan abu-abu (grey–green infrastructure)
b. Pengelolaan Risiko Banjir dan Kekeringan Terpadu
- Pengendalian berbasis DAS,
- Perlindungan sempadan sungai,
- Kota adaptif terhadap perubahan iklim
c. Penguatan Kualitas Air
- Pembangunan IPAL domestik dan kawasan,
- Pemantauan kualitas air berbasis digital,
- Penegakan hukum berbasis prinsip polluter pays.
d. Ketahanan Pangan Berbasis Air
- Irigasi adaptif iklim,
- Pemanenan air hujan,
- Penyimpanan air berbasis embung desa.
e. Transisi Energi Berbasis Air
- PLTMH desa,
- Biogas limbah domestik dan pertanian,
- Penguatan energi terbarukan berbasis air.
f. Penguatan Peran PDAM dan Dunia Usaha Air Minum
- Perlindungan sumber air baku,
- Penurunan Non-Revenue Water,
- Kemitraan konservasi hulu oleh PDAM.
g, Pengarusutamaan Generasi Muda dan Perempuan
- Literasi air nasional,
- Inovasi teknologi air berbasis komunitas,
- Kepemimpinan perempuan dalam pengelolaan air desa.
- AGENDA STRATEGIS
FORUM AIR INDONESIA VI – TAHUN 2027
Forum Air Indonesia VI diusulkan sebagai:
FORUM NASIONAL STRATEGIS AIR–BANJIR –PANGAN–ENERGI
Fokus Utama 2027:
- Ketahanan DAS dan Pengendalian Banjir Nasional
- Air untuk Ketahanan Pangan dan Irigasi Adaptif
- Air untuk Transisi Energi Bersih
- Kualitas Air dan Pemulihan Sungai Nasional
- Air, Gender, Pemuda, dan Inklusi Sosial
Target Output FA VI 2027:
- Roadmap Nasional Ketahanan Air 2025–2045
- Peta jalan Air – Pangan – Energi
- Matriks KPI Nasional Ketahanan Air Final
- Mekanisme Evaluasi Tahunan Ketahanan Air Indonesia
Forum Air Indonesia VI diharapkan menjadi forum salah satu bentuk evaluasi nasional kinerja kementerian dan daerah dalam sektor air.
- PENUTUP – ARAH KEBIJAKAN NASIONAL
Deklarasi Forum Air Indonesia V dan policy brief ini menegaskan bahwa Ketahanan air adalah pilar utama ketahanan nasional Indonesia.
Air tidak boleh lagi diposisikan sebagai isu teknis, melainkan sebagai:
- Instrumen pembangunan nasional,
- Instrumen pengendalian risiko bencana,
- Instrumen ketahanan pangan dan energi,
- Instrumen keadilan sosial dan lingkungan.
Policy brief ini diharapkan menjadi Landasan strategis penyelenggaraan Forum Air Indonesia VI Tahun 2027.
